Powered by Blogger.
RSS

#Throwback2014 - ASEAN Youth Exchange Program 2014 (1)

Less than 3 days until 2015, Here I wanted to share little bit what becomes my routine before New Year. Certainly not thinking of "What to wear to ring in 2015" but most likely "What to prepare for a new chapter in 2015". Life is like a riddle where you never be sure what's around the corner. So at this perfect time, I'd like to make a process of self-reflection upon all things happened in 2014. Literally not all will be shared here - since the limit to my human memory is not so helpful - but most unforgettable things or so called - Life Events (in popular way) will be great to share.

One of the Proudest Moments in my life - AYEP 2014, Dancing as one Identity ASEAN!


1. My First Diplomatic Mission in Thailand  - ASEAN Youth Exchange Program 2014. 

I wore Kabaya Encim to represent Indonesia on ASEAN Day
 I personally can not express how grateful I am to be a part of Indonesian Delegations for that amazing program. ASEAN Youth Exchange Program 2014 is organized by Youth LEAD - Chulalongkorn University. I still pretty much remember the story how it actually begun. At first, I have never thought that I could be chosen due to the high qualification in the requirements, but I was thinking why not give a try especially the topic area was about Lingering the Enhancement of ASEAN Diversity which upholds the idea of One Single Identity. As student of International Relations where her daily feed envolves around the idea of ASEAN Community, motivated me to do my best to manage time in the amidst of hectic schedules during my internship to fill out the application and make the essay (I will upload the sample of Essay in other posting as requested by many). It was definitely challenging!

Indonesian Delegation were practicing Saman Dance for Cultural Performance.

 Then after surprising selected delegates issued by the committee, right away after few days of Eid Al-Fitr I flew to Bangkok, Thailand - A Country that is so rich in term of culture etiquette and nationalism to their monarchy, far beyond the 'shemales' talks. I love to see how individual in Thailand 'wai' - a gesture made by placing your hands together in front of your face a bowing a little and accompanied by greeting " "Sawasdee" or "Sawadee krap". Manner and respects are so apparent among the citizens, that's so beautiful to see. .Thus, It is truly a honor for me when I was trusted to be Indonesian representative to introduce all about my country - Indonesia to Thai People along with my ASEAN Fellas. On the stage, I explained ranging from custom etiquette, traditional languages, costumes and races to popular dishes in the world that are originally from Indonesia as the largest archipelago in the world.


We worked and practiced hard for Indonesia ;) Saman Dance, not so easy tho!

My heart was actually so trembling to be positioned among talented and bright ASEAN Fellows and blew candles and gave words of hopes towards better ASEAN in the coming years as Indonesian representative. In one second, I feel like purely a diplomat and live in my dream. I literally put a step on the diplomat's shoes and knowing the feeling and the nerves on building strong relationship within ASEAN. I hope that moment will not be the last diplomatic session for me, while steppingstone instead. Through 11 days of program, I gained new prospective about ASEAN and its community. Although in reality, many complexity happens within ASEAN and so hard to achieve one ASEAN Way due to its diversity. However I felt the new hopes reborn because of the inspiring youths I met during the program. I see clearly that ASEAN still has positive hopes and future through our hands. Hopefully someday we can reach level where our position will be most considerable to drive positive changes towards ASEAN. Aside of inspiring youths, I met also very important people that have taken roles in ASEAN-related scope things, such former prime minister of Thailand. Surprisingly, I had a noble chance where I can dance while waving Indonesian Flag on the front line among other ASEAN Fellows in front of those important people (suit and tied) in Thailand. Again and again I have no proper words to describe how wonderful the feeling is (especially this funded-program has the best accommodation and facilitates to offer).

(To see how bad dancer I am, can be seen here: https://www.youtube.com/watch?v=XtsrtO7YxJY)

Attending AEC Summit - ASEAN Youth Exchange Program 2014

As stated on my cover letter about wise investment of my attendance in the program, I can be sure the experiences and knowledge gained from the program will be payed off in years to come for my country as my dedication for making world a better place through Diplomacy. Embracing the one single identity as ASEAN-ers, we shall strive to make strong regional integration towards its community in 2015. ASEAN Youth Exchange Program 2014 puts beautiful color in my 2014. Alhamdulillah! But Hey #Throwback story is not stop here yet, stay tuned for the next posting good people :) <3






ASEAN-Bound Integration of Friendship, Thanks to Youth LEAD!




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bambang Widjojanto: Pemuda Memiliki Peran Penting Mendukung Indonesia Bebas Korupsi.


Ditengah peluncuran Corruption Perceptions Index (CPI) 2014 oleh Transparency International Indonesia di Hotel Grand Mulia (12/3) terdapat perbincangan menarik dari Bambang Widjojanto seputar peran penting pemuda dalam memberantas korupsi di Indonesia. Bambang saat ini menjabat sebagai wakil ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Ia menjelaskan Sifat konsumerisme yang tinggi pada pemuda Indonesia saat ini kerap kali menjadi pendorong faktor penyebabnya korupsi. Dari sifat konsumerisme ini acap kali mempengaruhi manusia untuk selalu menghalal kan cara untuk memenuhi kebutuhannya. Mungkin tidak banyak dari pemuda yang menyadari akan hal ini, tetapi ditinjau dari jumlah pengunaan gadget yang lebih tinggi oleh kalangan muda dibanding dengan kalangan tua. Hal ini sesungguhnya dapat menjadi ancaman besar untuk memerangi Korupsi di Indonesia.
 

Penyakit Korupsi di Indonesia masih lazim. Meskipun berdasarkan skor indeks persepsi korupsi (CPI) 2014, Indonesia dengan skor 34 – naik 2 poin dari skor tahun 2013 dan menempati urutan 107 dari 175 negara yang diukur. Indonesia tetap masih memiliki tugas berat dalam keseriusan untu pencegahan dan pemberantasan korupsi. Setiap tahunnya Transparency International (TI) meluncurkan Corruption Perception Index, dan selalu digunakan oleh banyak Negara sebagai referensi tentang situasi korupsi. CPI 2014 merupakan Index yang menggabungkan banyak survey dari 13 sumber data, dan Denmark menduduki posisi teratas dan memiliki skor terendah dan terbesih dalam kasus korupsi. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, Singapura merupakan Negara terbesih dengan duduk diperingkat 7. Tetapi Dalam CPI 2014 ini, Indonesia masih lebih baik dari Vietnam (121) dan Timor Leste (132).

Sebagai 30 persen dari total warga Indonesia, pemuda Indonesia disini memiliki peran penting akan perubahan Indonesia yang lebih baik dan lebih bersih dari penyakit korupsi. “Kita tidak mungkin bisa memperoleh kemerdekan tanpa Pemuda”, ujar Bambang sebagai penjelas seperti halnya kemerdekaan sama pentingnya dengan penuntasan korupsi di Indonesia, maka dari Pemuda Indonesia perlu dirangkul dalam upaya ini. Perlu diingat, semoga pemuda Indonesia bisa lebih dapat memanfaatkan dampak positif dari kemajuan tekonologi yang ada di Indonesia dan bukan hal sebaliknya dimana bisa menjadi senjata berbahaya perusak moral anak bangsa. (Rienta Primaputri) 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menjawab Kegalauan di Mondelez Joyful Workshop

Ditengah kesuntukan mengerjakan Thesis atau Skripsi dalam bahasa Indonesianya, Saya mendapatkan undangan untuk menghadiri Career Joyful Workshop yang diselengarakan oleh Mondelez Indonesia pada hari Sabtu yang lalu.Well, Weekend? Sabtu? Mungkin saat melihat waktu pelaksanaan acara, banyak temen-temen sekalian berfikir dua kali untuk menghabiskan waktu akhir pekannya untuk hadir ke acara Workship ini apalagi jauh-jauh dateng ke daerah pejaten (Jalannya cukup sempit dan langganan macet). Tapi sungguh Saya terkejut saat melihat banyak sekali kawan-kawan selain dari Presuniv (sealmamater), IPB, UNPAD, bahkan ITB Bandung, rela banget jauh-jauh loh untuk dateng ke workshop ini. Tetapi memang pada akhirnya pengorbanan kita semua terbayarkan dengan ilmu-ilmu kece yang kita dapatkan dalam workshop ini. Tenang... Teman-teman juga bisa loh dapat ilmunya, semoga catatan kecil saya disini sekurang lebihnya bisa bermanfaat yaah:

Undangan yang dikirim melalui email, Terima kasih ICC President University

Workshop ini dimulai tepat jam 9 dan berakhir jam 12, Difikir-fikir Cukup singkat sih hanya 3 Jam sementara Mondelez Indonesia biasanya melakukan Boot Camp selama 3 Hari. Tapi meskipun begitu, pengalaman yang kita dapatkan sama luar biasanya dan khususnya saya sangat mengagumi rekan-rekan Human Resources (HR) Mondelez Indonesia yang bisa lebih menjadi sahabat dan rekan dalam berbagi ilmu untuk menjawab kegalauan-kegalauan Career Path mahasiswa-mahasiswa akhir. Diawali dengan pengenalan singkat Company Profile dari Mondelez Indonesia - saya kira ini bakalan sepenuhnya hanya sekedar media promotional dari Mondelez Indonesia,  tapi lagi-lagi saya salah - tahap selanjutnya adalah pembekalan ilmu dalam penentuan karir "What are we going to do after we graduated? How to take down the path to your dream career?" Kira-kira ini lah yang menjadi fokus utama dalam pemaparan mereka.

Hal menarik pertama yang kita lakukan dalam sesi ini adalah mengisi lembar exercise - The Personal Values. "Perlu diingat There is no wrong or right answer for this exercise, maka jadilah diri kamu sendiri dalam menjawabnya" ucap Irvandi Ferizal selaku HR Director Mondelez Indonesia. Ok jadi inilah yang saya isi dalam lembar personal values saya (maaf kalau kertasnya 'agak' lecek, maklum Tas-nya kecil dan lembarnya kelipet-lipet):

Saya menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengisi lembar ini, Berat banget pilihannya.

Okay jadi disini saya memiliki dua option akhir dalam penetapan goal mind saya (cukup sulit indeed). So here as you might see.. I am motivated by my family & Wealth for my career yang pada ujungnya saya memilih Wealth.. Hmm jangan salah sangka dulu yah kenapa saya memilih wealth disini, karena sebagai anak pertama yang menjadi harapan utama dari keluarga yang cukup besar disini saya berfikir uang yang kelak akan didapatkan dari karir saya akan sangat membantu saya dalam membahagiakan keluarga saya dan di abad 21 ini sudah menjadi fakta umum bahwa Uang menjadi senjata penting untuk bertahan hidup, so that's the reason. Sounds so idealistic kah? No I think it's so realistic :) tapi banyak juga loh saat itu teman-teman yang memilih seperti experise dan leadership, semua kembali kepada pribadi masing-masing.

Okay tapi kita belum berhenti sampai lembar excerise itu loh yah, lalu sesi dilanjutkan ke "Find the works you love". Disini kita dihadapkan dalam tiga persimpangan dimana kita harus kembali bertanya kepada diri kita - What you are good at as your talent, What you enjoy at as your passion, Lastly What you wish to get paid as your purposes. Cukup sulit karena in reality check tidak banyak dari kita dapat mendapatkan kerja yang sesuai passion atau bahkan talent kita. Mungkin Sosok seperti Shayrini atau Ahmad Dhani bisa dibilang sukses dalam menyatukan elemen-elmen ini dalam Intersection pekerjaan sehari-hari (Mereka Pandai bermusik, suka bernyanyi, terkenal dan dibayar mahal lagi, siapa yang ngak mau coba?!) tapi tenang guys saya bukan tipe orang yang selalu melihat kehidupan selalu secara dinamis, saya orangnya cukup realistis dalam menghadapi kemungkinan worst case scenario dalam kehidupan. Lalu saya bertanya kepada sang director, "Bagaimana kita menghadapi kenyataan kehidupan yang mungkin bisa jauh dari apa yang kita impikan begitu juga dalam hal perkerjaan? dan apakah anda memiliki saran untuk menghadapi worst scnario ini?" lalu ini yang menjadi respon dari beliau...

Intersection to find works you love - C: Talent, A: Passion, B: Purposes

"Pastikan kamu dapat menemukan 3 element penting ini - Contribution, Lern and Fun, jikalau kamu dihadapkan dengan kondisi tersebut. Kamu harus memastikan apakah ditempat kerjamu nanti kamu bisa memberikan kontribusi lebih, apakah kamu bisa belajar lebih dari pekerjaan kamu dan paling penting disini apakah kamu bisa merasakan unsur Fun dalam pekerjaan kamu Kalau tidak, lebih baik kamu mencari pekerjaan ditempat yang lebih baik " Ucapan Pak Director akan selalu saya ingat dalam perjalanan karir saya kelak. lalu terdapat pembekalan Key of Persuasive Communication dalam melakukan presentasi, yang terdiri dari tiga points penting berikut:

1). Earn the Right (Pemahaman akan hal yang akan dibicarakan)
2). Eager to Tell (Mau, Senang dan bersedia membawakan hal yang akan dikomunikasikan)
3). Excited about it (Berhasrat untuk berbagi).

Kita juga melakukan simulasi langsung loh, simulasinya yaitu how to make Elevator Speech. Simulasi disini anggep saja kamu sedang dalam elevator ketemu Bos kamu dan kamu memiliki kurang dari 1 menit untuk menyampaikan hal yang urgency-nya tinggi. Hayo bisa dibayangkan betapa cepat dan singkat komunikasi yang akan terjadi? Maka dari itu perlu banget di buat Triangle untuk menentukan 3 hal penting yang akan disampaikan jadi saat itu saya membuat Kenaikan ongkos transport, Produktifitas, dan Pengiriman Proposal dalan 3 sudut segitiga (Semoga bisa dibayangkan yah) lalu penting juga untuk menyiapkan yang namanya "Burning Platform". aduh apalagi yah itu? Burning platform disini seperti kalimat pengantar tapi harus langsung berpusat ke topik permasalahan biar bos-nya seengaknya berhenti dan mau dengerin kita hehe. 

Kita semua yang hadir dalam ruangan itu latihan bareng-bareng untuk melakukan elvator speech. Topic isu bahasan saat itu kenaikan BBM yang lagi hot-hotnya di Indonesia - sesuai lah yah sama yg di triangle tadi udah dibuat. lalu seketika ruangan Mondelez Indonesia menjadi (agak) riweh tapi asik banget karena interaksi aktif langsung dari kita-kita terhadap materi yang diberikan dari tim HR.

Tim HR juga pastinya kasih tips and trick dalam pembuatan CV, bisa dibayangkan dalam beberapa menit mereka bisa menerima ratusan CV. Tapi yang paling kece sih, tips how to differentiate You (yourself) ditengah jutaan lulusan baru sarjana-sarjana Indonesia. pastinya wajib kita harus memiliki 6 element penting ini:
       Excellence Technical Competencies, 
       Strong Soft Skills, 
       Willing to go beyond, 
       Think & Learn Globally and Act Locally
       Network
       Credibilty ----> Integrity

karena bisa dibayangkan betapa panasnya persaingan dalam mencari kerja saat ini (diluar kebiasan orang yg masih menganut KKN yaah) mungkin 6 tips diatas perlu banget kita baik baik amatin sebagai intropeksi kembali ke diri kita, sejauh mana kita sudah melakukan hal2 itu. Kalau belum mungkin saja kamu sama dengan yang lain, so try to be different and stand out!! Masih banyak lagi hal-hal menarik dan ilmu kece yang kami dapatkan dari joyful workshop ini, Saya dan teman-teman muda Indonesia sangat berterima kasih akan kesempatan dan great initative dari Mondelez Indonesia dalam membuat pembekalan ini. Percaya deh kontribusi kalian akan terbayar suatu hari untuk membangung para pemimpin muda seperti kami.

The most importantly, Guys Galau itu boleh kok dan normal, tapi jangan kelamaan galaunya yah apalagi untuk menemukan jati diri kamu mau kemana dan urusan pekerjaan impian kamu. Kamu mungkin tidak sadar bahwa orang disekitar kamu sudah berlari untuk mengejar impian mereka, apakah kamu masih mau terdiam? so NOW kamu harus bisa keluar dari lingkarang kegalauanmu, Start to get to know more yourself, find your passion, do your best and go beyond!


Wajah bersinar partsipan setelah acara Workshop Mondelez ID

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sidebar