Penyakit Korupsi di Indonesia masih lazim. Meskipun berdasarkan skor indeks persepsi korupsi (CPI) 2014, Indonesia dengan skor 34 – naik 2 poin dari skor tahun 2013 dan menempati urutan 107 dari 175 negara yang diukur. Indonesia tetap masih memiliki tugas berat dalam keseriusan untu pencegahan dan pemberantasan korupsi. Setiap tahunnya Transparency International (TI) meluncurkan Corruption Perception Index, dan selalu digunakan oleh banyak Negara sebagai referensi tentang situasi korupsi. CPI 2014 merupakan Index yang menggabungkan banyak survey dari 13 sumber data, dan Denmark menduduki posisi teratas dan memiliki skor terendah dan terbesih dalam kasus korupsi. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, Singapura merupakan Negara terbesih dengan duduk diperingkat 7. Tetapi Dalam CPI 2014 ini, Indonesia masih lebih baik dari Vietnam (121) dan Timor Leste (132).
Sebagai
30 persen dari total warga Indonesia, pemuda Indonesia disini memiliki peran
penting akan perubahan Indonesia yang lebih baik dan lebih bersih dari penyakit
korupsi. “Kita tidak mungkin bisa memperoleh kemerdekan tanpa Pemuda”, ujar
Bambang sebagai penjelas seperti halnya kemerdekaan sama pentingnya dengan
penuntasan korupsi di Indonesia, maka dari Pemuda Indonesia perlu dirangkul
dalam upaya ini. Perlu diingat, semoga pemuda Indonesia bisa lebih dapat
memanfaatkan dampak positif dari kemajuan tekonologi yang ada di Indonesia dan
bukan hal sebaliknya dimana bisa menjadi senjata berbahaya perusak moral anak
bangsa. (Rienta Primaputri)







0 comments:
Post a Comment