Powered by Blogger.
RSS

Bambang Widjojanto: Pemuda Memiliki Peran Penting Mendukung Indonesia Bebas Korupsi.


Ditengah peluncuran Corruption Perceptions Index (CPI) 2014 oleh Transparency International Indonesia di Hotel Grand Mulia (12/3) terdapat perbincangan menarik dari Bambang Widjojanto seputar peran penting pemuda dalam memberantas korupsi di Indonesia. Bambang saat ini menjabat sebagai wakil ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Ia menjelaskan Sifat konsumerisme yang tinggi pada pemuda Indonesia saat ini kerap kali menjadi pendorong faktor penyebabnya korupsi. Dari sifat konsumerisme ini acap kali mempengaruhi manusia untuk selalu menghalal kan cara untuk memenuhi kebutuhannya. Mungkin tidak banyak dari pemuda yang menyadari akan hal ini, tetapi ditinjau dari jumlah pengunaan gadget yang lebih tinggi oleh kalangan muda dibanding dengan kalangan tua. Hal ini sesungguhnya dapat menjadi ancaman besar untuk memerangi Korupsi di Indonesia.
 

Penyakit Korupsi di Indonesia masih lazim. Meskipun berdasarkan skor indeks persepsi korupsi (CPI) 2014, Indonesia dengan skor 34 – naik 2 poin dari skor tahun 2013 dan menempati urutan 107 dari 175 negara yang diukur. Indonesia tetap masih memiliki tugas berat dalam keseriusan untu pencegahan dan pemberantasan korupsi. Setiap tahunnya Transparency International (TI) meluncurkan Corruption Perception Index, dan selalu digunakan oleh banyak Negara sebagai referensi tentang situasi korupsi. CPI 2014 merupakan Index yang menggabungkan banyak survey dari 13 sumber data, dan Denmark menduduki posisi teratas dan memiliki skor terendah dan terbesih dalam kasus korupsi. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, Singapura merupakan Negara terbesih dengan duduk diperingkat 7. Tetapi Dalam CPI 2014 ini, Indonesia masih lebih baik dari Vietnam (121) dan Timor Leste (132).

Sebagai 30 persen dari total warga Indonesia, pemuda Indonesia disini memiliki peran penting akan perubahan Indonesia yang lebih baik dan lebih bersih dari penyakit korupsi. “Kita tidak mungkin bisa memperoleh kemerdekan tanpa Pemuda”, ujar Bambang sebagai penjelas seperti halnya kemerdekaan sama pentingnya dengan penuntasan korupsi di Indonesia, maka dari Pemuda Indonesia perlu dirangkul dalam upaya ini. Perlu diingat, semoga pemuda Indonesia bisa lebih dapat memanfaatkan dampak positif dari kemajuan tekonologi yang ada di Indonesia dan bukan hal sebaliknya dimana bisa menjadi senjata berbahaya perusak moral anak bangsa. (Rienta Primaputri) 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

Sidebar